02/05/11

temen masa kecil

gw punya beberapa temen masa kecil di komplek gw.... maklum laah gw tinggal disini dari jaman gw baru brojol atau baru lahir... dari jaman dulu tetangga gw cuma berapa orang sampe nih komplek penuh, terus ampe tanah kosong depan komplek jadi perumahan yang namanya HBTB (harapan baru taman bunga) terus dari jaman dulu tuh jambore cibubur masih kayak hutan, komplek-komplek di jalan alternatif cibubur masih tanah kosong sama lahan pertanian semua terus cibubur junction masih tanah kosong buat orang-orang dulu main sepeda sama belajar mobil dan sekarang kawasan-kawasan itu udah jadi salah satu kota terpadat gw laluin semua dirumah gw ini... yaaahhhh rumah gw yang dari jaman gw lahir ampe sekarang gw tumbuh besar menjadi wanita yang cantik indah mempesona (huuueeekkkkk!! silahkan muntah bolak balik deh) hahaahahaha

dari jaman kecil dulu gw sering main sama anak-anak komplek gw... dari jaman gw masih baru bisa merangkak ampe gw udah bisa lari-lari ampe nangisin anak orang.. hehehheee

(ini foto gw sm temen-temen gw waktu kecil : fira, gw, eky, ria, dewi, anggi, retno, dela)

masa kecil gw termasuk bisa dibilang bahagia lah yaaa.. gw gak kekurangan waktu main sedikitpun.. gw punya temen jaman gw dari kecil ampe kita gede yaitu ada fira, anggi, zesy, ria, dewi, mbak eka, eky, nita, tiwul, dela, dan lain-lain deh pokoknya....

(kiri atas: ika, fira,  dewi, ria, mba' eka, gw, anggi, eky, nita)

dulu (yaaahh sampe gw semester 3/4 lah yaaahhh) kita masih sering main bareng, jalan-jalan bareng, ngumpul-ngumpul. rujakan, ngegosip.. 

(ini waktu porseni RW : nita, anggi, eky, gw, dewi)

(waktu gelar jepang UI :gw, mbak eka, dewi, eky)

(panitia 17-an)

(anggi, gw, eky, zesy, tiwul, ria)
(sama zesy di ciwidey)
(waktu di puncak)
(lebaran tahun 2010)

(katria wedding : gw, anggi, ria, dela, dewi)
 
tp seiring jalannya waktu kita udah jarang bareng lagi. yaaahhh maklum laah semua udah pada sibuk.. mau ketemu aja susah padahal rumah cuma sebelahan loh...  (capeeeeee' deeehhh)
kangen sama kalian guys... cuuppsss :*

start start start

well.... gw awalnya buat blog ini cuma iseng-iseng sm coba-coba aja...
dari kecil gw biasanya cuma nulis di buku diary gw (ciaelaaahh..) skr gw pengen coba apresiasiin pake blog nih....
mungkin gak banyak yang bisa gw tulis tp apa salahnya kan kalo nyoba dikit-dikit...

nama gw dina. temen-temen gw biasa manggil gw dindut... panggilan ini nih berawal dr temen sma gw yg namanya ICHA ato lengkapnya MARISSA RUSYANI... dia tuh sebenernya nyari temen gara-gara gw manggil dia genduuttt... (maap ya chaa.. hihihihiii)
(ini nih tersangkanya)

gw skr kuliah semester 8 di universitas padjadjaran (UNPAD) jurusan sosial ekonomi pertanian yang kalo sekarang sih nama bekennya agribisnis.....

udah lah yaa ga usah banyak cingcong...
let's get start....

28/02/11

sebuah kisah pohon apel

suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, dan tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai anak kecil itu.

waktu terus berlalu. Anak kecil itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel setiap harinya. Suatu hari, ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih.  

"Ayo ke sini, bermain-main lagi denganku," pinta pohon apel itu. "Aku bukan anak kecil bermain-main dengan pohon lagi," jawab anak kecil itu. "Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya." 
Pohon apel itu menyahut, "Duh, maaf aku pun tak punya uang. Tetapi, kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu."

Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki itu tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih. 

Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang. "Ayo bermain-main denganku lagi," kata pohon apel. "Aku tak punya waktu," jawab anak lelaki itu. "Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?"
"Duh, maaf aku pun tak punya rumah. Tapi, kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumah," kata pohon apel.

Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.

Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya. "Ayo bermain-main lagi denganku," kata pohon apel. "Aku sedih," kata anak lelaki itu. "Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberiku sebuah kapal untuk pesiar?" . "Duh maaf aku yak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah."

Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidam-idamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah datang lagi menemui pohon apel itu.

Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian. "Maaf anakku," kata pohon apel itu. "aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu."
"Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk menggigit buah apelmu," jawab anak lelaki itu. "Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat," kaya pohon apel. "Sekarang aku sudah terlalu tua untuk itu," jawab anak lelaki itu. "Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini," kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.

"Aku tak memerluka apa-apa lagi sekarang," kata anak lelaki itu. "Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu."
"Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang."

Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon itu sangat gembira dan tersenyum sambil menitikkan air matanya.

------------
Cerita diatas sebenarnya adalah cerita tentang kita semua. Mungkin anda berfikir anak kecil itu bersikap kasar sekali kepada pohon apel itu? Tapi itulah cara kita bersikap kepada orang tua. Pohon apel itu adalah orang tua kita. 
Ketika kita masih kecil dan masih muda kita senang bermain-main bersama mereka. Namun, setelah kita tumbuh dan berkembang, kita justru malah meninggalkan mereka. Dan ingatkah bahwa kita hanya akan datang kepada mereka saat kita memerlukan sesuatu dan dalam kesulitan.

Seperti pohon apel itu, orang tua kita akan mempertaruhkan jiwa dan raganya untuk kebahagiaan kita. Mereka akan memberikan apapun yang kita butuhkan. Memberikan apa pun yang bisa mereka berikan. Terkadang malah mereka harus mengorbankan harga diri mereka hanya untuk melihat kita tersenyum dan bahagia. Namun, yang ada kita malah meninggalkan bahkan melupakan mereka.

Cintailah orang tua kita dan sampaikan betapa kita sangat mencintai mereka dan berterima kasih atas semua yang telah mereka berikan dari kita kecil sampai sekarang. Karena cinta orang tua adalah cinta yang paling besar setelah cinta Allah SWT.